Ini adalah foto terbaru Honda CB 100 ‘1973-ku….
- Belakang Kanan
Habis dicuci langsung berpose...
Ini adalah foto terbaru Honda CB 100 ‘1973-ku….
Habis dicuci langsung berpose...
Maafkan diriku yang tidak pernah nulis di BLOG ini. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang ingin kutuliskan, namun karena satu dan lain hal maka keinginan tinggallah keinginan tanpa realisasi…
Saya berterima kasih pada ‘orang-orang diluar sana’ yang telah mengisi komentar dan lain sebagainya. Semoga blog saya ini tetap hidup…
Terima kasih, salam dari Pulau Bali
Saya terpaksa mengistirahatkan CB ‘73 saya di kost karena sering rusak sana sini. Ya, agak capek juga sih ngurus CB. Maka dari itu saya memutuskan untuk membeli motor second. Setelah dipikir-pikir dan ditimbang-timbang sampe ga bisa tidur, akhirnya milih Honda Kirana 125.
Alasannya, mesin sudah generasi 125 cc, tahun sudah relatif baru (punya saya keluaran tahun 2003), ga ribet kalo sering bawa barang berat n besar, tinggal pencel dobel starter langsung jalan, dan beberapa alasan lainnya.
Waktu masih mencari informasi di internet tentang Honda Kirana ini, ternyata jarang sekali ulasannya. Kebanyakan hanya iklan jualan motor. Emang Kirana ini produk ‘gagal’ (dari yang saya dengar, baca di tabloid, dan googling). Tapi ya tidak menjadi masalah, karena niat awalnya emang nyari motor 125 cc yang murah (harga cuma Rp. 6 juta-bandingkan dengan Supra X 100 cc 2003, harganya masih sekitar Rp 6,5 juta keatas).
Sementara ini CB masih saya istirahatkan dulu. Saya tidak ingin menjual CB saya. Besok-besok, kalo punya uang sisa mau saya ganti blok dan kop-nya pakai imitasi Megapro, biar ga rewel lagi.
Sekian dulu tulisan saya, lain waktu akan dilanjutkan lagi.
PENGANTAR
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah begitu peduli pada blog saya ini. Dengan memberikan masukan berupa: pertanyaan, usulan, kritik, dsb. Sebetulnya saya tidak pernah muluk-muluk dalam membuat blog ini. Tapi ternyata antusiasme teman-teman diluar sana -yang memiliki kesamaan rasa dan hobi- telah membuat saya bangga, sangat sangat bangga. Sungguh, dari dalam hati saya, saya haturkan ucapan terima kasih kepada saudara-saudara sekalian, karena dengan begitu membuat saya termotivasi untuk tetap menulis di blog ini. Suksma…
HONDA CB 1973
Honda CB ‘73 ku masih baik-baik saja, walaupun suara mesinnya seperti mesin jahit (klek..klek..klek..klek..klek..), huahahaha…. tapi ya harap maklum, soalnya motor tua. Lagipula mesinnya masih mesin lama. Kecuali kalau diganti punya Megapro atau Tiger baru suara mesinnya halus. Tapi untuk bodi, sudah tidak ketinggalan jaman. Soalnya saya tidak berorientrasi pada originalitas. Yang penting tangki, slebor (spatbor) depan-belakang masih orosinal, jadi masih kelihatan kalau itu motor CB. Kalo main orisinilan wah, saya tidak begitu suka.
Bodi CB yang sekarang sudah jauh berbeda dengan gambar heading diatas. Soalnya sudah melewati tambahan modifikasi yang memakan banyak biaya (itu aja masih kurang puas!!). Pelek dan ban depan-belakang sudah diganti lebih besar (akhirnya cita-cita bertahun-tahun untuk pasang pelek Rossi kesampaian!), lalu swing arm saya ganti kepunyaan New Megapro (terpaksa dipotong 10 cm karena kepanjangan), teromol belakang punya New Megapro juga. Knalpot milik GL Pro Neotech juga sudah dipasang, jok diganti lebih ‘dewasa’, teromol depan juga diganti pakai model teromol Ninja. Ya bisa dibilang bodi sudah menunjang penampilan motor kenceng, padahal cuman kenceng suaranya aja, huehehehehe..hehe…
Sebenarnya sih masih mau nambah modif lagi, tapi berhubung sekarang jadi anak kost terpaksa keinginan modif ditekan dalam-dalam….
BINTER MERZY
Nah, ini motor masih dalam angan-angan. Karena sekarang saya pindah ke Bali, jadi rencana punya Merzy jadi mundur juga. Tapi keinginan itu tetap ada kok, karena menunggang Merzy adalah suatu impian yang harus diwujudkan, cieee…..so sweet…
Tapi sebelum punya Merzy, boleh dong berangan-angan. Kalau saya punya Merzy nanti, saya akan mengganti ban depan dan belakang dengan ukurang besar. Mungkin 100/80-17 untuk depan, dan 120/90-17 untuk belakang. Pelek juga akan saya ganti dengan model alumunium Rossi. Pelek depan ukuran 2.50-17 dan belakang 3.00-17. dijamin, kaki-kaki bakalan makin kekar untuk menjelajah..
Kalau bisa sih, pingin punya Merzy yang udah CDI. Jadi tidak usah repot untuk mengganti dari platina ke CDI. Untuk bodi akan saya biarkan standar, soalnya bodinya sudah oke punya. Paling-paling akan dicat ulang dengan warna gelap, supaya terkesan macho. Saya juga akan melakukan bore up kapasitas mesinnya, supaya larinya tambah enak. Paling di bore up ke 250cc aja, biar ga terlalu boros.
Ya kira-kira begitu dulu, soalnya ga enak juga kalo menghayal tapi nggak ada bahannya. Ya, saya yakin nanti kalau saatnya sudah tiba, pasti saya akan dapatkan tuh BINTER MERZY….
HARLEY DAVIDSON SPORTSTER 883 LOW
Na, ini memang sasaran jangka panjang. Yang jelas karena harganya ga mahal, eh ga murah ding.. Aku suka model ini karena bentuknya padat, dan relatif kecil untuk ukuran HD. Paling-paling besarnya ga beda jauh ama Binter Merzy, jadi kayaknya mudah untuk dikendarai juga. Ya ga banyak yang bisa kuceritakan soal HD ini, karena seumur-umur belum pernah naik HD, hehehehe…
Selesai sudah masa ‘pelayananku’ di Yayasan Trukajaya Salatiga. Sudah hampir 5 tahun aku mengabdi di yayasan sosial itu. Meninggalkan berbagai kenangan yang masih akan terus kuingat. Teman-teman, pelayanan sosial, orang-orang desa yang kukenal, dan masih banyak lagi kenangan yang harus aku simpan untuk mengingatkan siapa saja yang telah membesarkan aku.
Tanggal 1 April 2009, aku sudah mulai bekerja di kota lain, tepatnya pulau lain. Pulau Bali. Awalnya aku ragu, apakah aku bisa mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan ‘jiwa’ku seperti yang sudah aku jalani di Trukajaya. Tapi ternyata ada saja unvisible hands yang mengatur semuanya itu, merencanakan langkah-demi langkah yang harus aku lakukan, hingga akhirnya aku bisa berlabuh di tempat yang sesuai dengan ruh pelayanan Trukajaya dan sesuai dengan apa yang selama ini aku jalani, pelayanan.
Sebelumnya aku tidak mencari-cari pekerjaan di Bali, melihat lowongan pekerjaan di koran, searching di internet, menghubungi kolega, dsb. Tapi teman dekatku memberitahukan bahwa ada pekerjaan di lembaga keagamaan. Karena rencana jangka panjangku untuk menetap di Bali, maka aku segera saja membuat surat lamaran dan kukirimkan kepada lembaga tersebut. Belum genap 1 minggu aku mengirim lamaran, teman dekatku memberitahu lagi kalau ada sebuah lembaga sosial juga membutuhkan staf untuk beberapa bagian,lagi aku mengirim surat lamaran ke tempat itu.
Kedua surat lamaran itu tak pernah aku harap-harapkan, karena aku masih sibuk dengan tugas-tugasku di Trukajaya. Hingga akhirnya di Bulan Februari aku mendapatkan kepastian untuk mengikuti tes di lembaga keagamaan itu. Sebelum berangkat ke Bali, ada informasi susulan kalau lembaga sosial diatas juga akan mengadakan tesnya sehari setelah tes di lembaga keagamaan tersebut. Jadi sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampaui, dengan kata lain irit ongkos transport!
Di suatu Senin di Bulan Februari yang hujan, aku mendatangi lokasi tes di lembaga keagamaan tersebut. Bertemu dengan pelamar-pelamar lainnya, saling mengobrol untuk mengurangi ketegangan. Masuk ke ruang tes, kami diberi pengarahan bahwa akan ada 2 tes, tertulis dan wawancara. Tes tertulis berhasil aku lalui dengan baik -menurutku. Tapi untuk tes wawancara memang agak meragukan, karena sang pewawancara hanya menceritakan tentang pekerjaannya dan sangat sedikit menanyai tentang pengalamanku.
Tes tertulis dan tes wawancara juga dilakukan di lembaga sosial -di hari berikutnya. Saya diwawancarai menggunakan Bahasa Inggris (saya bisa menjawab, tetapi saya akui saya tidak yakin dengan Bahasa Inggris saya), lalu tes tertulis diberikan setelah wawancara itu. Tes tertulis untuk posisi staf lingkungan bisa kukerjakan dengan baik, dan waktu itu saya yakin saya pasti diterima karena saingan saya hanya sedikit (hahahaha…). Pengumuman hasil tes (sekalian penerimaan) akan diberitahukan besok untuk lembaga sosial ini, dan di lembaga keagamaan pengumumannya akan dikirim lewat surat.
Agak gelisah juga seharian itu, karena menunggu pengumuman yang tidak kunjung datang. Maksudnya kepastian apakah aku diterima kerja atau tidak. Kalau tidak diterima, aku tidak khawatir karena masih bekerja di Salatiga. Dan kalau diterima, itu adalah suatu kebaikan buatku. Tak bisa dipungkiri, sebaik-baiknya aku menyembunyikan rasa gelisahku, aku tetap gelisah menunggu hasil pengumuman itu. Karena jujur saja, di lembaga sosial itulah hatiku sudah tertuju. Hingga akhirnya, penantianku berbuah sangat manis dan dramatis. Di detik-detik aku bersiap-siap untuk pulang ke Salatiga, di detik itu pulalah sebuah kring telepon dari seberang sana memberitahukan kalau aku diterima di lembaga sosial itu. Lalu senyum merekah yang sejak pagi tidak kunjung datang, terlampiaskan sudah karena pengumuman itu. Akhirnya aku bisa pulang ke Salatiga dengan perasaan lega.
Setelah diterima bekerja di Maha Bhoga Marga (MBM- lembaga sosial itu), aku tidak pernah lagi memikirkan hasil tes di lembaga yang satunya. Bagiku MBM adalah “foto copy” dari Yayasan Trukajaya. Ruh dan jiwa yang sejalan itulah yang membuatku ingin menambatkan langkahku di tempat itu. Dan MBM adalah “Trukajaya ku”.
Aku mengajukan surat pengunduran diriku ke Trukajaya di akhir Februari, namun sebelumnya aku sudah memberitahukan tentang diterima kerja itu kepada Direktur Trukajaya. Sebenarnya di Bulan Maret, MBM sudah mengharapkanku untuk bekerja, berhubung aku masih bekerja di Trukajaya, aku memohon kebijaksanaan pihak MBM untuk bisa menunda pekerjaanku sampai Bulan April, seperti surat pengunduranku ke Trukajaya yang per 1 April.
Hari Rabu, tanggal 1 April 2009, resmi sudah aku bekerja di Yayasan MBM, Bali.

Halo kawan-kawan…
Salam dari kota yang seharusnya sunshine terus, tapi ternyata tidak…
Kawan-kawan ku semua, ternyata efek Global Warming (GW) memang sudah terasa sekali. Ketika tahun lalu aku sudah mendengar tentang GW ini, aku tidak begitu mempercayainya dan merasa cuek-cuek saja.
Namun saat ini aku baru merasakan efek GW ini begitu terasa sekali. Teori-teori efek GW tentang musim yang tidak menentu, udara tambah panas, banyak penyakit baru muncul, dsb. ternyata baru aku “nikmati” sekarang.
Menginjak bulan Mei ini, di Bali (paling tidak di Kabupaten Badung) sudah beberapa kali hujan. Bahkan hujannya deras. Siang hujan, terkadang malam hari juga hujan. Kemarin saja jam 4 sore, hujan masih mengguyur dengan lebat, bahkan sempat di minggu lalu, ketika mau berangkat ke kantor hujuan sudah mendahului-ku. Sejak hari Sabtu (9-Mei-09) hingga hari ini (Rabu, 12-Mei-09) setiap hari hujan!
Sebagai orang yang bekerja di LSM, hal ini tentu menjadi perhatian. Bayangkan saja kalau musim tidak menentu. Saatnya musim hujan kok panas, tapi memasuki musim panas kok masih saja hujan. Yang aku khawatirkan adalah petani (padi). Mereka sudah tidak bisa lagi menentukan kapan waktu yang baik untuk menanam padi, panen, mengolah sawah, dsb. Semuanya sudah dikacaukan oleh efek GW. Lebih kasihan lagi petani yang mengandalkan sawah tadah hujan, hari ini berharap bisa menanam bibit, eh.. malah hujan deras. Besoknya padi sudah ditanam, eh hujan ga muncul-muncul… jadinya padi semua pada mati….
Ya begitu dulu kawans…
pagi ini langit bali masih biru, nggak tahu nanti sore…
Selamat siang, Rahajeng Siang…
Mas Pipit Sudah kerja di Bali sejak tangga 1 April 2009. Tapi Honda CB kesayangan tidak lupa dibawa, karena tanpanya saya tidak dapat hidup, hehehehehe………..
Awal tahun ini aku sudah mengeluarkan banyak duit untuk CB-ku. Awalnya sih hanya perbaikan kecil, ganti laker/bearing noken as. Tapi karena serig diskusi dan ngobrol dengan Bothak, orang yang memperbaiki CB-ku, keinginan untuk berbenah jadi tinggi.
Awalnya ganti laker noken as dan memperbaiki kebocoran silinder kop (habis Rp. 130.000), lantas ganti templar (rocker arm) sekalian dengan as-nya (habis Rp. 150.000).
Selain hal diatas, aku juga beli teromol belakang Megapro untuk dipasang di pelek Rossi 2.50 yang sudah lama kubeli (habis Rp. 200.000-an lebih termasuk ruji, pasang ruji, laker, dsb).
Intinya adalah, aku mau total dalam merawat CB-ku. Targetku tahun ini adalah, bahwa CB-ku sudah ‘jadi’. Dengan demikian tahun depan sudah tidak mikir CB lagi, biar bisa mikir yang lainnya.
adalah tempat dimana aku kerja sekarang. Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pengembangan masyarakat pedesaan. Tapi bukan itu yang ingin saya angkat, tapi keseharian staf yang bekerja di Trukajaya.
Tidak seperti kebanyakan tempat kerja atau kantor lain, suasana kerja di Trukajaya bisa dibilang santai… Baik dalam komunikasi antara teman, atasan, ataupun bawahan dan cara berpakaian. Sejak pertama kali masuk Truka, penampilan atau cara berpakaian staf lain terasa sangat santai. Celana jeans, kaos oblong, dan sandal jepit merupakan hal yang biasa bagi teman-teman yang ngantor. Tidak ada seragam khusus, setiap hari adalah baju, celana, dan alas kaki yang berbeda. Sungguh menyenangkan sekali, tidak terikat, tidak dituntut tampil rapi dan keren. Itulah yang aku sukai dari suasana kerja Trukajaya.
Menunggu emang kegiatan paling membosankan. Terutama tadi siang ketika menunggu Pak Rohadi, Joko, dan Wawan mancing. Temen-temen lain yang ga hobi mancing emang udah menyerah kepanasan dan lebih baik berlindung mencari keteduhan, tapi mereka bertiga masih saja memancing di bawah terik matahari pelabuhan Semarang. Dah, pokoknya membosankan deh, dan ceritanya panjang. Tapi intinya cuma satu, menunggu orang mancing…
Tapi emang tidak disangka-sangka, dalam penantian yang membosankan tersebut aku ngobrol dengan Frans, adeknya Joko. Awalnya kami ngobrol soal game di HP, terus merembet sampai ke donlod gratis game HP. Akhirnya, Frans ngajarin gimana caranya donlod dengan menggunakan HP. Untung saja HP ku (Nokia 3230) sudah bisa untuk internetan. Lalu Frans ngajarin caranya setting GPRS, dan setelah GPRS disetting, jreng…jreng…jreng……akhirnya HP ku bisa buat internetan!!! Wahh….aku langsung seneng banget. Langsung aja aku ketik www.waptrick.com yang katanya Frans bisa donlod banyak game di situ. Dan setelah mencoba donlod game Nitro, akhirnya aku ketagihan surfing lewat HP, huahuahuaaa…..
Tak terasa waktu terus berjalan, dan aku semakin asyik tenggelam dalam kesenangan baruku, donlod game-game gratis, hehehehe….Sampe-sampe aku minta temenku buat ngirimin aku pulsa biar internetannya bisa lama, hiehehehehe….
Akhirnya, selesai juga Joko Cs. yang keasyikan mancing. Akhirnya kami langsung pulang. Dalam perjalanan pulang-pun aku tak lepas dari pegang HP untuk internetan. Mulai hari donlod Opera mini, sampe nyoba donlod filem-filem saru, hihihihihihi…..
Sampai di Salatiga, aku langsung pulang. Setelah mandi, aku langsung mau nyoba internetan lagi. Tapi kali ini ga pake HP, tapi internetan di laptop pakai HP, alias HP nya sebagai modem. Beruntung, Nokia PC Suite 6 mendukung program tersebut. Langsung aja aku tancepin IVT Blue Soleil untuk menghubungkan HP dengan Laptop via Bluetooth Connection. Dan hasilnya….. BERHASIL!!!!!….. Walaupun di awal ada kendala teknis, tapi akhirnya aku bisa buka internet di rumah!!
Dan tulisan yang kubuat inipun berkat HP Nokia dan Bluetooth dan kartu Im3. Rasanya seneng banget, karena seperti mimpi jadi kenyataan..Bisa buka internet di rumah pakai HP lagi. Benar-benar teknologi tinggi….hieiheihheee…. Dan satu lagi, HP Nokia 3230 ini selama kurang lebih 2 tahun aku beli, belum pernah sekalipun kugunakan untuk internetan, hehehehe….Gaptek bgt, padahal staf TI di Trukajaya lho (kalah ama Fras yang kelas 1 SMA)…
Ya pokoknya sekarang aku punya kesenangan baru, browsing internet pake HP. Terima kasih sudah menunggu lama untuk mancingnya, coba kalau tidak menunggu, pasti aku tidak akan menuliskan tulisan ini…Terima kasih….