HOME FARMING

Update: Sabtu, 20 Agustus 2011

Jarang nulis, tapi masih konsisten dalam menyiram tanaman. Tadi pagi, saya mencabut rumput-rumput yang ada di kebun belakang. Rumputnya lumayan banyak, tapi ga semua dapat dicabut karena udah capek…

Segini dulu aja ach…

___________________________________________________________

Update: Rabu, 10 Agustus 2011

Sejak dari tanggal 5 sampai hari ini ternyata saya cukup konsisten dalam merawat kebunku, hehe… Dan ku berharap akan terus konsisten merawat kebun sayur ku…

benih sawi dan pet-sai

Setiap sore, sepulang kerja langsung aja menuju ke belakang rumah untuk menyiram benih yang sudah ditanam. Selain itu juga ngerawat tanaman di depan rumah yang di depan pot.

pupuk hasil fermentasi biogas

Yang jelas, selain ngurus CB, sekarang udah punya kesibukan lain di rumah…

______________________________________________________________

Update: Jumat, 5 Agustus 2011

Sehari setelah mencangkul lahan, saya langsung membuat bedengan-bedengan. Bedengan itu saya biarkan sampai hari Rabu, 3 Agustus 2011. Pada tanggal tersebut, saya menyiramkan pupuk cair yang saya buat dari bonggol batang pisang yang saya campur dengan air dan molase (sari tebu).

Pada hari Kamis, 4 Agustus 2011, saya kembali menyiramkan pupuk cair dari kotoran sapi hasil fermentasi biogas dan dari urine sapi. Cukuplah kegiatan 2 hari itu, soalnya saya udah gatel ingin segera mengolah lahan tersebut…

Membuat bedengan

nyangkulnya capek juga loh...

Bedengannya udah lumayan lurus...

Hari Jumat, 5 Agustus 2011 (sore, sepulang dari kantor) saya sudah mulai menanam beberapa benih dan bibit. Ada 7 bibit cabai dan 2 bibit tomat yang sudah saya tanam. Untuk benihnya, saya menanam benih kangkung cabut, sawi hijau, dan pai-tsai (sejenis sawi tapi lebih pendek dan guendut batangnya). Lumayanlah, akhirnya bisa juga menanam di belakang rumah…

bikinan sendiri

pupuk cair dari gedebong pisang

______________________________________________________________

Pada hari Kamis, 29 Juli 2011 sore (sekitar pukul 17.30 wita), aku mulai mencangkul di belakang rumah. Ada halaman yang cukup luas yang bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, namun aku cuma mencangkul sekitar 3 x 3 meter saja. Lain waktu kalu dibutuhkan, kan masih bisa mencangkul lagi,  ya kan?

Harapanku supaya aku bisa konsisten mewujudkan “Home Farming” ini, karena salah satu kelemahanku adalah inkonsistensi dalam melakukan hal-hal yang kusukai.

Oya, rencananya aku mau menanam kentang, tomat, lombok besar dan kecil, bawang merah dan putih, dan lainnya akan menyusul..

Selamat menjadi petani kota Pit…

Tanahnya dicangkul dulu

Backyard Farming

Mencangkul lahan

3 Respon untuk HOME FARMING

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.